Betulkah Pada Tahun 2022 Pengambilan Bansos BPNT Tidak Menggunakan KKS BPNT???

Betulkah Pada Tahun 2022 Pengambilan Bansos BPNT Tidak Menggunakan KKS BPNT???
Monitoring Pencarian BPNT oleh Pendamping Program dan Tikor Kecamatan


LOMBOK-NTB. Bantuan Sosial (Bansos) adalah salah satu program andalan dan cara pemerintah melalui Kementrian Sosial RI membantu mengurangi beban rakyatnya baik itu bansos PKH maupun bansos BPNT atau sekarang dikenal dengan sebutan BSP.

Mulai tahun depan pencairan bansos BPNT tidak lagi menggunakan ATM KKS BPNT, akan tetapi cukup menggunakan biometrik KTP bahkan bisa hanya menggunakan HP Tulalit.

Bansos PKH (Program Keluarga Harapan) mapun BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) menjadi bansos primadona dikalangan rakyat yang ekonominya tidak mampu bahkan tidak sedikit mereka yang ekonominya bagus pun juga menginginkannya. 

Wajar memang kalau banyak yang menghendaki mendapat bansos PKH atau BPNT tersebut mengingat jumlah yang diterima lumayan bisa mengurangi beban pengeluaran setiap bulannya.

Baca Juga : Tahun 2022 Rp 11 Triliun Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Anak Yatim Karena Covid 19
 
Sebut saja bansos PKH (Program Keluarga Harapan) di KPM (Keluarga Penerima Manfaat) penerimanya bisa mendapatkan hampir 1 juta setiap bulannya, belum lagi kalau KPM PKH tersebut juga mendapatkan bansos BPNT, bayangkan sendirilah berapa pendapatannya setiap bulan.

Maka jangan heran mulai dari si miskin sampai si kaya sangat ambisius dengan melakukan berbagai macam cara supaya bisa mendapatkan bansos PKH maupun BPNT.

Lebih-lebih pemerintah sudah mulai memudahkan teknis pencairannya mulai dari bulan Oktober yang lalu di 7 provinsi se Indonesia tidak lagi menggunakan ATM KKS BPNT akan tetapi cukup hanya menggunakan biometrik KTP sampai cukup HP Tulalit saja.

Ini tentunya menjadi langkah yang baik kedepannya mengingat kalau pencairan bisa menggunakan cukup KTP maka ini bisa mempermudah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dalam proses pencairan dana bansos tersebut.

Tidak bisa dipungkiri masih ada saja KPM yang menitipkan KKS PKH atau BPNTnya kepada agen penyalur atau orang lain.

Nantinya kalau Pencairan bansos BPNT tersebut sudah bisa secara menyeluruh tidak lagi menggunakan KKS maka sudah barang tentu tidak akan banyak lagi KPM yang menitip alat pengambilan (KTP) karena KTP merupakan barang yang sangat dibutuhkan sewaktu-waktu.

Dengan penerapan biometrik tersebut, Menteri Sosial RI mengatakan siapa saja bisa datang dengan mudah. Hanya foto lalu data penerima akan muncul dan tinggal berbelanja saja sesuai kebutuhan pada saat itu.

Lebih lanjut dijelaskan Menteri Sosial bahwa semua punya kesempatan untuk ikut program ini (sebagai agen tempat KPM membelanjakan dana kuota BPNT) tinggal download Qris, aplikasi software-nya sudah disiapkan oleh BI (Bank Indonesia). Tinggal download saja, kemudian dia bisa melayani siapa yang datang belanja," sambungnya.

Ibu Menteri Sosial RI juga mengatakan para KPM sekarang tidak bisa membelanjakan saldonya untuk membeli rokok dan miras. Nanti di setiap e-warong terdapat harga standar yang bisa dibeli oleh para KPM (Keluarga Penerima Manfaat). 
 
Baca Juga : Inilah Syarat Utama Sebagai Penerima Bansos PKH, Cek Disini

Adapun untuk provinsi 7 (tujuh) yang akan menjadi lokasi uji coba belum disebutkan secara rinci oleh Menteri Sosial RI, biasanya yang menjadi sample adalah di wilayah jawa dan sekitarnya. Kemudian untuk provinsi yang tidak menjadi lokasi uji coba masih tetap bisa menggunakan ATM KKS BPNT nya yang sudah ada sampai pelaksanan pemakaian biometrik dilakukan secara nasional.

Post a Comment for "Betulkah Pada Tahun 2022 Pengambilan Bansos BPNT Tidak Menggunakan KKS BPNT???"